Thursday, 20 April 2017

Example of PTK proposal chapter 1, 2, 3



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
            Pendidikan merupakan  faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia .Arti pendidikan menurut undang-undang sistem pendidikan nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif   mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
            Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan problem kehidupan yang dihadapinya sendiri menyentuh  resensi nurani maupun  potensi kompetensi siswa. Konsep pendidikan tersebut terasa semakin penting ketika seseorang harus memasuki kehidupan di masyarakat dan di dunia kerja, karena yang bersangkutan harus mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah untuk mengatasi problem yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari
           Berhasilnya tujuan pendidikan ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa untuk mengetahui permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal.
Peran  guru  sangat  penting  dan  diharapkan  guru  memiliki  cara/model  mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah  satunya adalah dengan  memilih strategi atau  cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa. Misalnya  dengan  membimbing  siswa  untuk  bersama-sama  terlibat  aktif  dalam  proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya, akan  lebih  menguatkan  pemahaman  siswa  terhadap  konsep  konsep  yang  diajarkan. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Untuk itu, guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar.
Dalam peranannya sebagai fasilitator pada proses pembelajaran, maka guru diharapkan dapat mengembangkan potensi anak didik guna memudahkan pencapaian aktualisasi diri mereka. Untuk itu guru hendaklah mampu merancang dan menerapkan suatu metode yang efektif, sehingga dapat melibatkan siswa secara total, baik fisik maupun emosional dalam proses pembelajaran. Dengan demikian diharapkan hasil belajar siswa menjadi lebih baik.
           
1.2  Identifikasi Masalah
           Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 70 tahun 2013 mengenai Kurikulum 2013, merupakan rencana dan sebuah perangkat yang mengatur dan memuat semua pelaksanaan kegiatan Pembelajaran yang mencangkup Silabus 2013 , Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2013 yang akan di terapkan di sekolah baik tingkat SD, SLTP/MA, SMA/SMK dan Perguran Tinggi. Pada Kurikulum 2013 terdapat perubahan  dan perbedaan antara kurikulum KTSP dengan KBK. yang mana perubahan itu ialah Jadwal dan penerapan model pembelajaran bagi siswa/i disekolah. Dengan mengkonsepkan tematik, terpadu dan terintegrasi maka Kurikulum 2013 merupakan suatu wahana bagi perkembangan dunia pendidika di Indonesia.
            Perkembangan proses, khususnya proses pembelajaran di SMK sebagai jenjang pendidikan yang dituntut untuk menyiapkan siswa-siswanya menjadi siswa yang unggul dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Untuk itu dalam proses pembelajaran di sekolah harus dapat memberikan bekal kepada semua siswa agar kelak dapat menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Ilmu pengetahuan dan teknologi ini menuntut dengan Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya.
            Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk. Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar.
            Problematika ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus diawali.Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 75/2009 tentang UN SMP/Mts,SMPLB, SMA/MA, SMALB dan SMK menetapkan standar kelulusan UN nilai rata-rata 5,50 untuk semua mata pelajaran yang diujikan. Standar itu memiliki kewajiban lulus dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaranyang lain.

Nilai itu berlaku untuk peserta UN tingkat SMP/Mts, SMPLB, SMA/MA, SMALBdan SMK. Sementara khusus untuk SMK nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,50 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN. Melihat kondisi yang seperti ini maka perlu adanya tindakan yang konkret agar masalah ini dapat diatasi dengan segera. Dari sekian banyak alternatife yang ada, maka penulis ingin meneliti bagaimana tingkat interaksi siwa dapat meningkatkan hasil belajarnya dalam matapelajaran dasar dasar pengukuran listrik di SMK N 3 TONDANO.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat didentifikasikan masalah - masalah sebagai berikut:
1.  Rendahnya hasil belajar siswa pada standar kompetensi
2.  Siswa tidak termotivasi untuk mengikuti pelajaran
3.  Siswa sering tidak memperhatikan pelajaran

1.3      Batasan Masalah.
Berdasarkan identifikasi masalah diatas dan lebih terarahnya penelitian ini dengan hasil yang optimal, maka topik permasalahan utama dibatasi pada peningkatan hasil belajar siswa dengan metode MIND MAPPING

1.4     Rumusan Masalah
Dari pembatasan masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah yang dibahas dari penelitian ini yaitu :
Apakah penggunaan metode MIND MAPPING dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Dasar dasar dasar pengukuran listrik pada standar kompetensi Menggunakan Hasil Pengukuran di SMK N 3 Tondano?

1.5    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode MIND MAPPING.

1.6   Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh penulis antara lain:
1.         Membantu proses belajar mengajar dikelas yang akhirnya dapat meningkatkan nilai
            hasil belajar siswa secara umum.
2.         Sebagai bahan masukan untuk para pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan.













BAB II
KERANGKA TEORITIS
2.1   KAJIAN TEORI

A.   Model  Pembelajaran
        Pengertian Model Pembelajaran.
model pembelajaran adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai. Dapat juga disimpulkan  bahwa  model  pembelajaran  adalah  strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran  yang  telah  ditetapkan. Hal  ini  mendorong  seorang  guru  untuk mencari model  yang tepat dalam penyampaian  materinya agar dapat diserap dengan  baik  oleh  siswa.  Mengajar  secara  efektif  sangat  bergantung  pada pemilihan dan penggunaan model mengajar. 
Menurut Sujana (2002), “model belajar adalah cara yang digunakan guru dalam melakukan interaksi dengan peserta didik dalam kelas”.  

B.  Model mind mapping
1.      Pengertian model mind mapping
      Barbara Prashing mengemukakan Mind Mapping di populerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an, aslinya diciptakan oleh Gelb. Michael Gelb dalam Buzan (2007:179-181): Mind Mapping dapat diartikan sistem revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia. Pembuatan Mind Mapping didasarkan
pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikanpercikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita.

Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mappingjuga dapat disebut dengan peta pemikiran. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Mind Mapping menggunakan pengingat pengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak.

Model Mind Mapping adalah model baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan). model ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna. Tony Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant,hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal.”

Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran, dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan, penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan.

Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam, memperkuat, dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual.

Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang.Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya
memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.

Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiapsaat. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. Dengan demikian, guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif, maka akan baik dampaknya bagi prosesdan hasil belajar,sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar.

2. Kegunaan Mind Mapping
Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2009:6), Model Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Kegunaan Model Mind Mapping dalam bidang pendidikan, khususnya pada Sekolah Menengah Pertama kelas VIII antara lain:
a. Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah.
b. Memungkinkan kita merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan.
c. Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu tempat.
d. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif.
Selain itu menurut Buzan(2009:54-130) Model Mind Mapping dapat bermanfaat untuk:
1) Merangsang bekerjanya otak kiridan kanan secara sinergis.
2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar.
3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan.
4) Membuat rencana atau kerangka cerita.
5) Mengembangkan sebuah ide.
6) Membuat perencanaan sasaran pribadi.
7) Memulai usaha baru.
8) Meringkas isi sebuah buku.
9) Fleksibel.
10) Dapat memusatkan perhatian.
11) Meningkatkan pemahaman.
12) Menyenangkan dan mudah diingat.
3. Cara Membuat Mind Mapping
 Buzan (2009:14), sarana dan prasarana untuk membuat Mind Mapping adalah :
 a. Kertas kosong tak bergaris.
 b. Pena dan pensil warna.
 c. Otak.
 d. Imajinasi
 Buzan (2009:15-16), membuat Mind Mappingmembutuhkan
 imajinasi atau pemikiran, adapun cara pembuatan Mind Mappingadalah:
 1) Mulailah dari tengah kertas kosong.
 2) Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama.
 3) Gunakan berbagai warna.
 4) Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat.
 5) Buatlah garis hubung yang melengkung.
 6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis.
 7) Gunakan gambar.

Dalam membuat Mind Mapping diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi. Variasi dengan huruf capital, warna, garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau gagasan utama. Menghidupkan Mind Mapping yang telah dibuat akan lebih mengesankan. Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar Mind Mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. Berikut adalah ringkasan dari Law of MM:

a) Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna.

b) Garis: lebih tebal untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau imageyang ada di atasnya. Seluruh garis harus tersambung ke pusat.

c) Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat.

d) Image:gunakan sebanyak mungkin gambar, kode, simbol, grafik, table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 Dimensi agar lebih menarik lagi.

e) Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna cabang harus mengikuti warna BOIs.

f) Struktur:menggunakan struktur radian dengan sentral topic
terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah. BOIs umumnya terdiri dari 2 – 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1.

Aplikasi Mind Mappingdalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi, terdapat empat langkah yang harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping, yaitu:

a) Overview: Tinjauan Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari. Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester, Overview dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat Master Mind Map® yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selamasatu Semester yang biasanya sudah ada dalam Silabus. Dengan demikian, sejak awal siswa sudah mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di perpustakaan.

b) Preview: Tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overviewdan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. Dengan demikian, siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. Khusus untuk bahan yang sangat sederhana, langkah Previewdapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview.

c) Inview:Tinjauan Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran, di mana suatu topik akan dibahas secara detail, terperinci dan mendalam. Selama Inviewini, siswa diharapkan dapat mencatat informasi, konsep atau rumus penting beserta grafik, daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan.
d) Review: Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi, konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. Hal ini akan dapat membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya

4. Indikator Mind Mapping
Menurut Tony Buzan (2009:6), indikator Mind Mapping sebagai berikut :
a. merencanakan,
b. berkomunikasi,
c. menjadi lebih kreatif,
d. menyelesaikan masalah,
e. memusatkan perhatian,
f. menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran,
g. mengingat dengan lebih baik
h. belajar lebih cepat dan efisien, dan
i. melatih “gambar keseluruhan”

5.Kelebihan dan kelemahan
    a. kelebihan Model Mind mapping  
        Sebagai berikut:
1) Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.
2) Dapat bekerjasama dengan teman lainnya
3) Catatan lebih padat dan jelas
4) Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan.
5) Catatan lebih terfokus pada inti materi
6) Mudah melihat gambaran keseluruhan
7) Membantu Otak untuk : mengatur, mengingat, membandingkan dan membuat hubungan
8) Memudahkan penambahan informasi baru
9) Pengkajian ulang bisa lebih cepat
10) Setiap peta bersifat unik
 B. Kelemahan pembelajaran ModelMind mapping:
1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat.
2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar
3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa.



C. Pengertian Hasil Belajar
Masalah belajar adalah masalah bagi setiap manusia, dengan belajar manusia memperoleh keterampilan, kemampuan sehingga terbentuklah sikap dan bertambahlah ilmu pengetahuan. Jadi hasil belajar itu adalah suatu hasil nyata yang dicapai oleh siswa dalam usaha menguasai kecakapan jasmani dan rohani di sekolah yang diwujudkan dalam bentuk raport pada setiap semester.

Untuk mengetahui perkembangan sampai di mana hasil yang telah dicapai oleh seseorang dalam belajar, maka harus dilakukan evaluasi. Untuk menentukan kemajuan yang dicapai maka harus ada kriteria (patokan) yang mengacu pada tujuan yang telah ditentukan sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh strategi belajar mengajar terhadap keberhasilan belajar siswa. Hasil belajar siswa menurut W. Winkel (dalam buku Psikologi Pengajaran 1989:82)  adalah keberhasilan yang dicapai oleh siswa, yakni prestasi belajar siswa di sekolah yang mewujudkan dalam bentuk angka.

Menurut Winarno hasil belajar siswa bagi kebanyakan orang berarti ulangan, ujian atau tes. Maksud ulangan tersebut ialah untuk memperoleh suatu indek dalam menentukan keberhasilan siswa.

Dari definisi di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan membawa suatu perubahan dan pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk menyatakan bahwa suatu proses belajar dapat dikatakan berhasil, setiap guru memiliki pandangan masing-masing sejalan dengan filsafatnya. Namun untuk menyamakan persepsi sebaiknya kita berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat ini yang telah disempurnakan, antara lain bahwa suatu proses belajar mengajar tentang suatu bahan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan pembelajaran khususnya dapat dicapai.

Untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran khusus, guru perlu mengadakan tes formatif pada setiap menyajikan suatu bahasan kepada siswa. Penilaian formatif ini untuk mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai tujuan pembelajaran khusus yang ingin dicapai. Fungsi penelitian ini adalah untuk memberikan umpan balik pada guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar dan melaksanakan program remedial bagi siswa yang belum berhasil. Karena itulah, suatu proses belajar mengajar dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan pembelajaran  khusus dari bahan tersebut. 

C.1  Indikator Hasil Belajar Siswa
Yang menjadi indikator utama hasil belajar siswa adalah sebagai berikut:
a.  Ketercapaian Daya Serap terhadap bahan pembelajaran yang diajarkan, baik secara individual maupun kelompok. Pengukuran ketercapaian daya serap ini biasanya dilakukan dengan penetapan Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal (KKM)
b.   Perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa, baik secara individual maupun kelompok.
Namun demikian, menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (dalam buku  Strategi Belajar Mengajar 2002:120)  indikator yang banyak dipakai sebagai tolak ukur keberhasilan adalah daya serap.




C.2   Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar dapat dipengaruhi oleh berbagai hal.  Secara umum Hasil belajar dipengaruhi 3 hal atau faktor Faktor-faktor tersebut akan saya uraikan dibawah ini, yaitu : 
1. Faktor internal (factor dalam diri) 
2. Faktor eksternal (factor diluar diri) 
3. Faktor pendekatan belajar 

Faktor internal
Faktor internal yang mempengaruhi Hasil belajar yang pertama adalah Aspek fisiologis. Untuk memperoleh hasil Hasil belajar yang baik, kebugaran tubuh dan kondisi panca indera perlu dijaga dengan cara : makanan/minuman bergizi, istirahat, olah raga. Tentunya banyak kasus anak yang prestasinya turun karena mereka tidak sehat secara fisik.

Faktor internal yang lain adalah aspek psikologis. Aspek psikologis ini meliputi : inteligensi, sikap, bakat, minat, motivasi dan kepribadian. Factor psikologis ini juga merupakan factor kuat dari Hasil belajar, intelegensi memang bisa dikembangkang, tapi sikap, minat, motivasi dan kepribadian sangat dipengaruhi oleh factor psikologi diri kita sendiri. Oleh karena itu, berjuanglah untuk terus mendapat suplai motivasi dari lingkungan sekitar, kuatkan tekad dan mantapkan sikap demi masa depan yang lebih cerah. Berprestasilah. 



Faktor eksternal
Selain faktor internal, Hasil belajar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal meliputi beberapa hal, yaitu: 

1. Lingkungan sosial, meliputi : teman, guru, keluarga dan masyarakat. 
Lingkungan sosial, adalah lingkungan dimana seseorang bersosialisasi, bertemu dan berinteraksi dengan manusia disekitarnya. Hal pertama yang menjadi penting dari lingkungan sosial adalah pertemanan, dimana teman adalah sumber motivasi sekaligus bisa menjadi sumber menurunnya prestasi. Posisi teman sangat penting, mereka ada begitu dekat dengan kita, dan tingkah laku yang mereka lakukan akan berpengaruh terhadap diri kita. Kalau kalian sudah terlanjur memiliki lingkungan pertemanan yang lemah akan motivasi belajar, sebisa mungkin arahkan teman-teman kalian untuk belajar. Setidaknya dengan cara itu kaluan bisa memposisikan diri sebagai seorang pelajar. 
Guru, adalah seorang yang sangat berhubungan dengan Hasil belajar. Kualitas guru di kelas, bisa mempengaruhi bagaimana kita balajar dan bagaimana minat kita terbangun di dalam kelas. Memang pada kenyataanya banyak siswa yang merasa guru mereka tidak memberi motivasi belajar, atau mungkin suasana pembelajaran yang monoton. Hal ini berpengaruh terhadap proses pembelajaran.

Keluarga, juga menjadi faktor yang mempengaruhi Hasil belajar seseorang. Biasanya seseorang yang memiliki keadaan keluarga yang berantakan (broken home) memiliki motivasi terhadap prestasi yang rendah, kehidupannya terlalu difokuskan pada pemecahan konflik kekeluargaan yang tak berkesudahan. Maka dari itu, bagi orang tua, jadikanlah rumah keluarga kalian surga, karena jika tidak, anak kalian yang baru lahir beberapa tahun lamanya, belum memiliki konsep pemecahan konflik batin yang kuat, mereka bisa stress melihat tingkah kalian wahai para orang tua yang suka bertengkar, dan stress itu dibawa ke dalam kelas.

Yang terakhir adalah masyarakat, sebagai contoh seorang yang hidup dimasyarakat akademik mereka akan mempertahankan gengsinya dalam hal akademik di hadapan masyarakatnya. Jadi lingkungan masyarakat mempengaruhi pola pikir seorang untuk berprestasi. Masyarakat juga, dengan segala aktifitas kemasyarakatannya mepengaruhi tidakan seseorang, begitupun juga berpengaruh terhadap siswa dan mahasiswa. 

2. Lingkungan non-sosial
 meliputi : kondisi rumah, sekolah, peralatan, alam (cuaca). Non-sosial seperti hal nya kondiri rumah (secara fisik), apakah rapi, bersih, aman, terkendali dari gangguan yang menurunkan Hasil belajar. Sekolah juga mempengaruhi Hasil belajar, dari pengalaman saya, ketika anak pintar masuk sekolah biasa-biasa saja, prestasi mereka bisa mengungguli teman-teman yang lainnya. Tapi, bila disandingkan dengan prestasi temannya yang memiliki kualitas yang sama saat lulus, dan dia masuk sekolah favorit dan berkualitas, prestasinya biasa saja. Artinya lingkungan sekolah berpengaruh. cuala alam, berpengaruh terhadap hasil belajar. 

3.      Penilaian Hasil Belajar
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (hal 120-121) mengungkapkan, bahwa untuk mengukur dan mengevaluasi hasil belajar siswa tersebut dapat dilakukan melalui tes prestasi belajar. Berdasarkan tujuan dan ruang lingkunya, tes prestasi belajar dapat digolongkan ke dalam jenis penilaian, sebagai berikut:

a.     Tes Formatif, penilaian ini dapat mengukur satu atau beberapa pokok bahasan tertentu dan tujuan untuk memperoleh gambaran tentang daya serap siswa terhadap pokok bahasan tersebut. Hasil tes ini dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dalam waktu tertentu.

b.    Tes Subsumatif, tes ini meliputi sejumlah bahan pengajaran tertentu yang telah diajarkan dalam waktu tertentu. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran daya serap siswa untuk meningkatkan tingkat prestasi belajar atau hasil belajar siswa. Hasil tes subsumatif ini dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan diperhitungkan dalam menentukan nilai rapor.

c.     Tes Sumatif, tes ini diadakan untuk mengukur daya serap siswa terhadap bahan pokok-pokok bahasan yang telah diajarkan selama satu semester, satu atau dua bahan pelajaran. Tujuannya adalah untuk menetapkan tarap atau tingkat keberhasilan belajar siswa dalam satu periode belajar tertentu. Hasil dari tes sumatif ini dimanfaatkan untuk kenaikan kelas, menyusun peringkat (rangking) atau sebagai ukuran mutu sekolah.







D. Dasar dasar pengukuran listrik
1. Teori Elektron dan Atom
Jika suatu benda atau zat baik itu padat, cair, atau gas, dibagi-bagi menjadi bagian yang paling kecil, dan bagian tersebut masih memiliki sifat asalnya, maka benda atau zat tersebut dinamakan molekul. Jika molekul tersebut terus dibagi-bagi menjadi bagian yang paling kecil sekali, sehingga bagian tersebut tidak memiliki sifat asalnya lagi, maka disebutlah atom.
Kata atom sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi. Jadi atom dapat didefinisikan sebagai bagian yang terkecil dari molekul yang sudah tidak dapat dibagi-bagi lagi dengan reaksi kimia biasa. Sementara molekul adalah bagian terkecil dari suatu benda yang masih punya sifat asal.
Sebuah atom terdiri dari inti atom alias nukleus yang tersusun dari proton (positif) dan netron (netral), yang dikelilingi oleh elektron (negatif). Sebuah atom dikatakan netral bila memiliki muatan positif dan negatif dalam jumlah yang sama. Dalam teori atom dikenal istilah elektron bebas atau elektron valensi, yakni elektron yang berada di lintasan kulit atom paling luar.
Dalam hukum muatan listrik, jika ada muatan sejenis akan tolak menolak. Sedangkan jika ada muatan tak sejenis maka akan tarik menarik. Dalam teori perpindahan muatan listrik, ada tiga jenis bahan, yakni konduktor atau penghantar, semikonduktor atau setengah penghantar, dan isolator atau penghambat.


2. Teori Arus Listrik
Definisi arus listrik adalah muatan-muatan negatif atau elektron yang mengalir dari potensial rendah menuju ke potensial tinggi. Satuan arus listrik adalah Ampere. Dalam teori arus listrik, dikenal dua jenis sumber arus listrik, yakni sumber arus listrik searah atau DC dan sumber arus bolak-balik atau AC.
Sumber arus DC adalah listrik yang tidak berubah fasenya. Contohnya adalah baterai, solar sel, accumulator, dinamo dan adaptor. Sedangkan arus AC adalah arus listrik yang berubah-ubah fasenya setiap saat. Contohnya adalah generator, listrik PLN, dan inverter. Alat yang dapat digunakan untuk mengukur arus listrik adalah amperemeter.
Rumus Arus Listrik: I=Q/t
Dimana:
I = arus listrik dalam satuan ampere (A)
Q = muatan listrik dalam satuan columb (C)
t = waktu dalam satuan sekon (s)
3. Teori Tegangan Listrik
Pengertian tegangan listrik adalah energi atau tenaga yang menyebabkan muatan-muatan negatif atau elektron) mengalir dalam penghantar. Nilai satuan dari tegangan listrik adalah V ( Volt ). Alat yang digunakan untuk mengukur besar kecilnya tegangan listrik adalah voltmeter.
Rumus Tegangan Listrik: V=W/Q
Dimana:
V = tegangan listrik dalam satuan volt (V)
W = energi dalam satuan joule (J)
Q = muatan listrik dalam satuan columb (C)
4.arus bolak balik sunisonidal
Arus bolak-balik (AC/Alternating Current) adalah arus listrik dimana besarnya dan arahnya arus berubah-ubah secara bolak-balik. Berbeda dengan arus searah dimana arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah dengan waktu. Arus AC nilainya naik dari nol ke nilai maksimum, turun ke nol lagi, kemudian berbalik mengikuti suatu pola dalam arah yang berlawanan. Pertukaran arah yang berlangsung secara periodik disebut frekuensi. Frekuensi diartikan pula sebagai jumlah gelombang dari sinyal AC pada setiap detik. Frekuensi diukur dalam satuan Hertz (Hz).
Sumber energi yang sering digunakan oleh perumahan atau industri hampir semuanya mempergunakan arus bolak-balik (AC). Keuntungan mempergunakan arus AC ialah arusnya dapat dinaikkan atau diturunkan sehingga mempermudah didalam mengirimkan ke jarak yang jauh. Selain dari pada itu keuntungan lain dari arus AC adalah karena sifatnya yang selalu berubah arah pada setiap setengah putaran (gelombang) maka dalam penggunaannya tidak memakai kutub sehingga pemasangan suatu alat ke sumber ini tidak perlu kawatir terhadap polaritas. Sumber AC diperoleh dari generator AC

Gelombang Sinusoida
Bentuk gelombang dari listrik arus bolak-balik biasanya berbentuk gelombang sinusoida, karena ini yang memungkinkan pengaliran energi yang paling efisien. Namun dalam aplikasi-aplikasi spesifik yang lain, bentuk gelombang lain pun dapat digunakan, misalnya bentuk gelombang segitiga (triangular wave) atau bentuk gelombang segi empat (square wave).
Secara umum, listrik bolak-balik berarti penyaluran listrik dari sumbernya (misalnya PLN) ke kantor-kantor atau rumah-rumah penduduk. Namun ada pula contoh lain seperti sinyal-sinyal radio atau audio yang disalurkan melalui kabel, yang juga merupakan listrik arus bolak-balik. Di dalam aplikasi-aplikasi ini, tujuan utama yang paling penting adalah pengambilan informasi yang termodulasi atau terkode di dalam sinyal arus bolak-balik tersebut

E. Kerangka berpikir
Penelitian ini berdasarkan hasil observasi penulis di sekolah smk n 3 tondano sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam pelajaran dasar dasar pengukuran listrik.peserta didik sebagian besar tidak tertarik akan pelajaran yang di berikan guru dan cenderung membangkang.dengan model pembelajaran mind mapping target yang diharapkan bisa dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah adanya peningkatan hasil belajar siswa ,pada berbagai aspek kemampuan siswa. Hasilyang dicapai, diukur dengan pemberian tanya jawab, diagram yang kreatif, serta tes lisan dan lain-lain.

Hipotesis Penelitian
Hipotesis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DASAR DASAR PENGUKURAN LISTRIK SISWA KELAS X SMK N 3 TONDANO”







BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Model   penelitian   yang   digunakan   menggunakan   penelitian   tindakan   kelas   (Classroom   ActionResearch), bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah melalui penerapan langsung di kelas atautempat kerja (Isaac, 1994:27). Sedangkan menurut Prof. Suhardjono (2006:56) mengatakan bahwapenelitian tindakan kelas merupakan bagian dari penelitian tindakan yang dapat dipandang sebagaitindak lanjut dari penelitian deskriftif maupun eksperimen. Pada penelitian tindakan kelas bukan lagimengetes sebuah perlakuan tetapi sudah mempunyai keyakinan akan ampuhnya sesuatu perlakuan.
3.1. Deskripsi Lokasi
 Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini, penulis mengambil lokasi di SMK N 3 TONDANO. Kelas X Jurusan Teknik Listrik dipilih sebagai subyek penelitian.
3.2. Waktu Penelitian
Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama3 bulan pada semester genap 2016-2017

3.3. Subjek Penelitian
Kelas X Jurusan Teknik Elektronika dipilih sebagai subyek penelitian.


3.4. Rencana Tindakan
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus :
     1. Siklus pertama berlangsung tiga kali tatap muka
     2. Siklus kedua berlangsung tiga kali tatap muka
Adapun kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
      Siklus I
∙ Perencanaa Tindakan
1) Menelaah kurikulum tingkat satuan pelajaran yang berbasis kompetensi kelas X semester ganjil matapelajaran DASAR DASAR PENGUKURAN LISTRIK
2) Melakukan konsultasi dengan guru pembimbing di sekolah mengenai rencana teknis penelitian.
3) menerapkan model mind mapping.
4) Membuat lembar observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran ketika pelaksanaan tindakan sedang berlangsung.
Secara umum inmplementasi yang dilakukan pada siklus I dijabarkan sebagai berikut :
Tahap Pelaksanaan Penelitian
Siklus II
1. Guru memulai pelajaran dengan menjelaskan tujuan pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran.
2. Guru menginformasikan pengetahuan awal kepada siswa mengenai materi yang akan diajarkan dan menjelaskan teknik-teknik dalam melakukan belajar  mind map, yaitu :
a. Mencatat kata kunci dari masing-masing topik,
b. Menggunakan selembar kertas kosong tanpa garis dan beberapa pulpen atau spidol berwarna yang diletakkan menyamping,
c. Membuat sebuah gambar (simbol) yang merangkum subjek utama ditengah-tengah kertas,
d. Membuat beberapa garis tebal berlekuk-lekuk yang menyambung dari gambar di tengah ke kertas ke cabang-cabang utama ke pusat,
e. Memberi nama pada setiap ide dan gunakan gambar-gambar kecil yang mewakili masing-masing ide tersebut,
f. Dari setiap ide yang ada bisa ditarik garis penghubung lainnya, yang menyebar seperti cabang-cabang pohon, dan gunakan berbagai warna (Buzan, 2007).
3. Guru mengamati kegiatan siswa untuk mengetahui kebenaran pekerjaannya sambil memberi umpan balik.

Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data diperoleh dengan tes gambar tes tulis dan non tulis :
a. Data primer tentang hasil belajar dasar dasar pengukuran listrik
b. Data sekunder mengenai perubahan sikap, kehadiran dan keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatanpembelajaran diambil dengan cara pengamatan dan observasi.

Jika dari hasil analisis dan refleksi, indikator keberhasilan belum tercapai, maka dirancang kembali rencana perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus 2 dengan tahapan kegiatan yang sama dengan siklus 1

3.5  Analisa Data dan Evaluasi
Analisis data penelitian dilakukan dengan melihat peningkatan nilai rata-rata kelas danhasil kuis pada setiap siklus pada pelajaran DASAR DASAR PENGUKURAN LISTRIK  Adapun untuk melihat secara signifikan kepuasan dan ketertarikan hasil belajar Elektronika dasar maka digunakan kuesioner untuk mengetahui kepuasan siswa dalam belajar. Hal ini berarti bahwadalam penelitian dianggap berhasil apabila terjadi kenaikan nilai rata-rata dan kepuasansiswa pada hasil belajar Elektronika dasar di SMK Negeri 3 Tondano dibandingkan dengan yang terdahulu.
































DAFTAR PUSTAKA


·         Jasman Jalil, S.Pd . ekop 2014 .Panduan mudah PENELITIAN TINDAKAN KELAS : presentasi pustaka publisher
·         TIM PENYUSUN. 2014 . MODEL- MODEL PEMBELAJARAN
·         Barabara prashing. Tony buzan 1970 buzan 2007:179-181
·         Yan Fauzi Budiman . 2013 .Metode khusus Pengajaran Elektronika
·         Huzaifah Hamid ,2016 . METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING
·         Mochammad Ridwan, Selasa, 01 Oktober 2013. Macam Macam Komponen Elektronika Beserta Fungsinya





No comments:

Post a Comment