BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan
faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia .Arti
pendidikan menurut undang-undang sistem pendidikan nasional adalah usaha sadar
dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.
Pendidikan yang mampu
mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu
mengembangkan potensi siswa sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan
memecahkan problem kehidupan yang dihadapinya sendiri menyentuh resensi nurani
maupun potensi kompetensi siswa. Konsep pendidikan tersebut terasa
semakin penting ketika seseorang harus memasuki kehidupan di masyarakat dan di
dunia kerja, karena yang bersangkutan harus mampu menerapkan apa yang
dipelajari di sekolah untuk mengatasi problem yang terjadi di dalam kehidupan
sehari-hari
Berhasilnya
tujuan pendidikan ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru
dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat
mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa
untuk mengetahui permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan
secara maksimal.
Peran
guru sangat penting dan diharapkan guru
memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model
pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang
akan disampaikan. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan
mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih
strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh
peningkatan prestasi belajar siswa. Misalnya dengan membimbing
siswa untuk bersama-sama terlibat aktif
dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang
sesuai dengan taraf intelektualnya, akan lebih menguatkan
pemahaman siswa terhadap konsep konsep yang
diajarkan. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. Tanpa adanya
minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Untuk itu,
guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan
itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar.
Dalam
peranannya sebagai fasilitator pada proses pembelajaran, maka guru diharapkan
dapat mengembangkan potensi anak didik guna memudahkan pencapaian aktualisasi diri
mereka. Untuk itu guru hendaklah mampu merancang dan menerapkan suatu metode
yang efektif, sehingga dapat melibatkan siswa secara total, baik fisik maupun
emosional dalam proses pembelajaran. Dengan demikian diharapkan hasil belajar
siswa menjadi lebih baik.
1.2 Identifikasi
Masalah
Berdasarkan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 70 tahun 2013 mengenai
Kurikulum 2013, merupakan rencana dan sebuah perangkat yang mengatur dan memuat
semua pelaksanaan kegiatan Pembelajaran yang mencangkup Silabus 2013 , Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2013 yang akan di terapkan di sekolah baik
tingkat SD, SLTP/MA, SMA/SMK dan Perguran Tinggi. Pada Kurikulum 2013 terdapat
perubahan dan perbedaan antara kurikulum KTSP dengan KBK. yang mana
perubahan itu ialah Jadwal dan penerapan model pembelajaran bagi siswa/i
disekolah. Dengan mengkonsepkan tematik, terpadu dan terintegrasi maka
Kurikulum 2013 merupakan suatu wahana bagi perkembangan dunia pendidika di
Indonesia.
Perkembangan
proses, khususnya proses pembelajaran di SMK sebagai jenjang pendidikan yang
dituntut untuk menyiapkan siswa-siswanya menjadi siswa yang unggul dalam
pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Untuk itu dalam proses pembelajaran di
sekolah harus dapat memberikan bekal kepada semua siswa agar kelak dapat
menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Ilmu pengetahuan
dan teknologi ini menuntut dengan Pendidikan adalah investasi jangka panjang
yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua
orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya.
Demikian
halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam
perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan
bangsa sebagai generasi penerus dibentuk. Meski diakui bahwa pendidikan adalah
investasi besar jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan
sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar.
Problematika
ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah
mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus
diawali.Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 75/2009 tentang
UN SMP/Mts,SMPLB, SMA/MA, SMALB dan SMK menetapkan standar kelulusan UN nilai
rata-rata 5,50 untuk semua mata pelajaran yang diujikan. Standar itu memiliki
kewajiban lulus dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata
pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaranyang lain.
Nilai itu berlaku untuk peserta
UN tingkat SMP/Mts, SMPLB, SMA/MA, SMALBdan SMK. Sementara khusus untuk SMK
nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,50 dan digunakan untuk
menghitung rata-rata UN. Melihat kondisi yang seperti ini maka perlu adanya
tindakan yang konkret agar masalah ini dapat diatasi dengan segera. Dari sekian
banyak alternatife yang ada, maka penulis ingin meneliti bagaimana tingkat
interaksi siwa dapat meningkatkan hasil belajarnya dalam matapelajaran dasar dasar
pengukuran listrik di SMK N 3 TONDANO.
Berdasarkan latar
belakang masalah di atas, maka dapat didentifikasikan masalah - masalah sebagai
berikut:
1. Rendahnya hasil
belajar siswa pada standar kompetensi
2. Siswa tidak
termotivasi untuk mengikuti pelajaran
3. Siswa sering
tidak memperhatikan pelajaran
1.3 Batasan Masalah.
Berdasarkan identifikasi
masalah diatas dan lebih terarahnya penelitian ini dengan hasil yang optimal,
maka topik permasalahan utama dibatasi pada peningkatan hasil belajar siswa
dengan metode MIND MAPPING
1.4 Rumusan Masalah
Dari pembatasan masalah
di atas, maka dapat dirumuskan masalah yang dibahas dari penelitian ini yaitu :
Apakah
penggunaan metode MIND MAPPING dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X
Dasar dasar dasar pengukuran listrik pada standar kompetensi Menggunakan Hasil
Pengukuran di SMK N 3 Tondano?
1.5 Tujuan
Penelitian
Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan
menggunakan metode MIND MAPPING.
1.6 Manfaat Penelitian
Manfaat
penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh penulis antara lain:
1.
Membantu proses belajar
mengajar dikelas yang akhirnya dapat meningkatkan nilai
hasil belajar siswa secara umum.
2.
Sebagai bahan masukan untuk
para pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan.
BAB II
KERANGKA
TEORITIS
2.1 KAJIAN TEORI
A.
Model Pembelajaran
Pengertian Model Pembelajaran.
model
pembelajaran adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh guru untuk menyampaikan
materi pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai. Dapat juga
disimpulkan bahwa model
pembelajaran adalah strategi pembelajaran yang digunakan oleh
guru sebagai media untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
telah ditetapkan. Hal ini
mendorong seorang guru
untuk mencari model yang tepat
dalam penyampaian materinya agar dapat
diserap dengan baik oleh
siswa. Mengajar secara
efektif sangat bergantung
pada pemilihan dan penggunaan model mengajar.
Menurut
Sujana (2002), “model belajar adalah cara yang digunakan guru dalam melakukan
interaksi dengan peserta didik dalam kelas”.
B. Model mind mapping
1.
Pengertian model mind mapping
Barbara
Prashing
mengemukakan Mind Mapping di populerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an, aslinya diciptakan oleh Gelb.
Michael Gelb dalam Buzan (2007:179-181): Mind Mapping dapat diartikan sistem
revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah hidup
jutaan orang di seluruh dunia. Pembuatan Mind Mapping didasarkan
pada cara kerja alamiah
otak dan mampu menyalakan percikanpercikan kreatifitas dalam otak karena
melibatkan kedua belahan otak kita.
Menurut Porter &
Hernacki (2008:152-159) : Mind Mappingjuga dapat disebut dengan peta pemikiran.
Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu
halaman. Mind Mapping menggunakan pengingat pengingat visual dan sensorik dalam
suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. Peta pikiran atau Mind Mapping pada
dasarnya menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk
kesan pada otak.
Model Mind Mapping adalah
model baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua
belah otak (otak kiri dan otak kanan). model ini mengajarkan untuk mencatat
tidak hanya menggunakan gambar atau warna. Tony Buzan mengemukakan “your brain
is like a sleeping giant,hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum
dimanfaatkan secara optimal.”
Mind Mapping adalah cara
mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan memetakan
pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan
dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran, dengan demikian cara kerja
alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih
mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat
tradisional. Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan, penarikan data
dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan.
Mind Mapping bertujuan
membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat
membantu merekam, memperkuat, dan mengingat kembali informasi yang telah
dipelajari. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya
belajar visual.
Mind Mapping memadukan
dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri
seseorang.Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan
seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara
tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan
sebagainya
memudahkan otak dalam
menyerap informasi yang diterima.
Mind Mapping yang dibuat
oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. Hal ini disebabkan karena
berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiapsaat.
Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada
saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. Dengan demikian,
guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar
siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. Proses belajar yang dialami
seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar. Jika lingkungan
belajar dapat memberikan sugesti positif, maka akan baik dampaknya bagi
prosesdan hasil belajar,sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti
negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar.
2. Kegunaan Mind Mapping
Menurut Michael Michalko
dalam Buzan (2009:6), Model Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk
berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Kegunaan Model Mind Mapping dalam
bidang pendidikan, khususnya pada Sekolah Menengah Pertama kelas VIII antara
lain:
a. Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah.
b. Memungkinkan kita merencanakan rute atau
kerangka pemikiran suatu karangan.
c. Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu
tempat.
d. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif.
Selain itu menurut Buzan(2009:54-130) Model Mind
Mapping dapat bermanfaat untuk:
1) Merangsang bekerjanya otak kiridan kanan
secara sinergis.
2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan
ketika mengawali belajar.
3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa
hambatan.
4) Membuat rencana atau kerangka cerita.
5) Mengembangkan sebuah ide.
6) Membuat perencanaan sasaran pribadi.
7) Memulai usaha baru.
8) Meringkas isi sebuah buku.
9) Fleksibel.
10) Dapat memusatkan perhatian.
11) Meningkatkan pemahaman.
12) Menyenangkan dan mudah diingat.
3. Cara Membuat Mind
Mapping
Buzan (2009:14), sarana dan prasarana untuk
membuat Mind Mapping adalah :
a. Kertas kosong tak bergaris.
b. Pena dan pensil warna.
c. Otak.
d. Imajinasi
Buzan (2009:15-16),
membuat Mind Mappingmembutuhkan
imajinasi atau
pemikiran, adapun cara pembuatan Mind Mappingadalah:
1) Mulailah dari tengah kertas
kosong.
2) Gunakan gambar (simbol) untuk ide
utama.
3) Gunakan berbagai warna.
4) Hubungan cabang-cabang utama ke
gambar pusat.
5) Buatlah garis hubung yang
melengkung.
6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap
garis.
7) Gunakan gambar.
Dalam membuat Mind Mapping
diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi. Variasi dengan huruf
capital, warna, garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau
gagasan utama. Menghidupkan Mind Mapping yang telah dibuat akan lebih
mengesankan. Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar
Mind Mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. Berikut adalah
ringkasan dari Law of MM:
a) Kertas: polos dengan
ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal
(Landscape). Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat
mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna.
b) Garis: lebih tebal
untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis.
Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama
dengan panjang kata atau imageyang ada di atasnya. Seluruh garis harus
tersambung ke pusat.
c) Kata: menggunakan kata
kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis. Harus selalu menggunakan huruf
cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang
yang semakin jauh dari pusat.
d) Image:gunakan sebanyak
mungkin gambar, kode, simbol, grafik, table dan ritme karena lebih menarik
serta mudah untuk diingat dan dipahami. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3
Dimensi agar lebih menarik lagi.
e) Warna: gunakan minimal
3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna
cabang harus mengikuti warna BOIs.
f) Struktur:menggunakan
struktur radian dengan sentral topic
terletak di tengah-tengah
kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah. BOIs umumnya
terdiri dari 2 – 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari
arah jam 1.
Aplikasi Mind
Mappingdalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi, terdapat empat langkah yang
harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping, yaitu:
a) Overview: Tinjauan
Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai. Hal
ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan
dipelajari. Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester, Overview
dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat Master Mind Map® yang merupakan
rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selamasatu Semester yang
biasanya sudah ada dalam Silabus. Dengan demikian, sejak awal siswa sudah
mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi
siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di
perpustakaan.
b) Preview: Tinjauan Awal
merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan
setingkat lebih detail daripada Overviewdan dapat berupa penjabaran lebih
lanjut dari Silabus. Dengan demikian, siswa diharapkan telah memiliki
pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan
yang lebih detail dimulai. Khusus untuk bahan yang sangat sederhana, langkah
Previewdapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview.
c) Inview:Tinjauan
Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran, di mana suatu
topik akan dibahas secara detail, terperinci dan mendalam. Selama Inviewini,
siswa diharapkan dapat mencatat informasi, konsep atau rumus penting beserta
grafik, daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai
bahan yang diajarkan.
d) Review: Tinjauan Ulang
dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan
yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi, konsep atau rumus penting
yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. Hal ini akan dapat membantu siswa
untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah
pada saat di rumah. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai
pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang
telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya
4. Indikator Mind Mapping
Menurut Tony Buzan (2009:6), indikator Mind
Mapping sebagai berikut :
a. merencanakan,
b. berkomunikasi,
c. menjadi lebih kreatif,
d. menyelesaikan masalah,
e. memusatkan perhatian,
f. menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran,
g. mengingat dengan lebih baik
h. belajar lebih cepat dan efisien, dan
i. melatih “gambar keseluruhan”
5.Kelebihan dan kelemahan
a.
kelebihan Model Mind mapping
Sebagai berikut:
1) Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.
2) Dapat bekerjasama dengan teman lainnya
3) Catatan lebih padat dan jelas
4) Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan.
5) Catatan lebih terfokus pada inti materi
6) Mudah melihat gambaran keseluruhan
7) Membantu Otak untuk : mengatur, mengingat,
membandingkan dan membuat hubungan
8) Memudahkan penambahan informasi baru
9) Pengkajian ulang bisa lebih cepat
10) Setiap peta bersifat unik
B. Kelemahan
pembelajaran ModelMind mapping:
1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat.
2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar
3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa.
1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat.
2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar
3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa.
C. Pengertian Hasil
Belajar
Masalah belajar adalah masalah
bagi setiap manusia, dengan belajar manusia memperoleh keterampilan, kemampuan
sehingga terbentuklah sikap dan bertambahlah ilmu pengetahuan. Jadi hasil
belajar itu adalah suatu hasil nyata yang dicapai oleh siswa dalam usaha
menguasai kecakapan jasmani dan rohani di sekolah yang diwujudkan dalam bentuk
raport pada setiap semester.
Untuk mengetahui perkembangan
sampai di mana hasil yang telah dicapai oleh seseorang dalam belajar, maka
harus dilakukan evaluasi. Untuk menentukan kemajuan yang dicapai maka harus ada
kriteria (patokan) yang mengacu pada tujuan yang telah ditentukan sehingga
dapat diketahui seberapa besar pengaruh strategi belajar mengajar terhadap
keberhasilan belajar siswa. Hasil belajar siswa menurut W. Winkel
(dalam buku Psikologi Pengajaran 1989:82) adalah keberhasilan
yang dicapai oleh siswa, yakni prestasi belajar siswa di sekolah yang
mewujudkan dalam bentuk angka.
Menurut Winarno hasil belajar
siswa bagi kebanyakan orang berarti ulangan, ujian atau tes. Maksud
ulangan tersebut ialah untuk memperoleh suatu indek dalam menentukan
keberhasilan siswa.
Dari definisi di atas, maka dapat
diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah prestasi belajar yang
dicapai siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan membawa suatu
perubahan dan pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk menyatakan bahwa suatu
proses belajar dapat dikatakan berhasil, setiap guru memiliki pandangan
masing-masing sejalan dengan filsafatnya. Namun untuk menyamakan persepsi
sebaiknya kita berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat ini yang telah
disempurnakan, antara lain bahwa suatu proses belajar mengajar tentang suatu
bahan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan pembelajaran khususnya
dapat dicapai.
Untuk mengetahui tercapai
tidaknya tujuan pembelajaran khusus, guru perlu mengadakan tes formatif pada
setiap menyajikan suatu bahasan kepada siswa. Penilaian formatif ini untuk
mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai tujuan pembelajaran khusus yang
ingin dicapai. Fungsi penelitian ini adalah untuk memberikan umpan balik pada
guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar dan melaksanakan program
remedial bagi siswa yang belum berhasil. Karena itulah, suatu proses belajar
mengajar dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan pembelajaran
khusus dari bahan tersebut.
C.1
Indikator Hasil Belajar Siswa
Yang menjadi indikator
utama hasil belajar siswa adalah sebagai berikut:
a. Ketercapaian Daya
Serap terhadap bahan pembelajaran yang diajarkan, baik secara individual
maupun kelompok. Pengukuran ketercapaian daya serap ini biasanya
dilakukan dengan penetapan Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal (KKM)
b. Perilaku yang
digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapai oleh siswa, baik secara
individual maupun kelompok.
Namun demikian, menurut Syaiful
Bahri Djamarah dan Aswan Zain (dalam buku Strategi Belajar
Mengajar 2002:120) indikator yang banyak dipakai sebagai tolak ukur
keberhasilan adalah daya serap.
C.2
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar dapat dipengaruhi
oleh berbagai hal. Secara umum Hasil belajar dipengaruhi 3 hal atau
faktor Faktor-faktor tersebut akan saya uraikan dibawah ini, yaitu :
1.
Faktor internal (factor dalam diri)
2.
Faktor eksternal (factor diluar diri)
3.
Faktor pendekatan belajar
Faktor internal
Faktor internal yang
mempengaruhi Hasil belajar yang pertama adalah Aspek fisiologis. Untuk
memperoleh hasil Hasil belajar yang baik, kebugaran tubuh dan kondisi panca
indera perlu dijaga dengan cara : makanan/minuman bergizi, istirahat, olah
raga. Tentunya banyak kasus anak yang prestasinya turun karena mereka tidak
sehat secara fisik.
Faktor internal yang
lain adalah aspek psikologis. Aspek psikologis ini meliputi : inteligensi,
sikap, bakat, minat, motivasi dan kepribadian. Factor psikologis ini juga merupakan
factor kuat dari Hasil belajar, intelegensi memang bisa dikembangkang, tapi
sikap, minat, motivasi dan kepribadian sangat dipengaruhi oleh factor psikologi
diri kita sendiri. Oleh karena itu, berjuanglah untuk terus mendapat suplai
motivasi dari lingkungan sekitar, kuatkan tekad dan mantapkan sikap demi masa
depan yang lebih cerah. Berprestasilah.
Faktor eksternal
Selain faktor internal, Hasil
belajar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal meliputi
beberapa hal, yaitu:
1. Lingkungan sosial, meliputi :
teman, guru, keluarga dan masyarakat.
Lingkungan sosial,
adalah lingkungan dimana seseorang bersosialisasi, bertemu dan berinteraksi
dengan manusia disekitarnya. Hal pertama yang menjadi penting dari lingkungan
sosial adalah pertemanan, dimana teman adalah sumber motivasi sekaligus bisa
menjadi sumber menurunnya prestasi. Posisi teman sangat penting, mereka ada
begitu dekat dengan kita, dan tingkah laku yang mereka lakukan akan berpengaruh
terhadap diri kita. Kalau kalian sudah terlanjur memiliki lingkungan pertemanan
yang lemah akan motivasi belajar, sebisa mungkin arahkan teman-teman kalian
untuk belajar. Setidaknya dengan cara itu kaluan bisa memposisikan diri sebagai
seorang pelajar.
Guru, adalah seorang
yang sangat berhubungan dengan Hasil belajar. Kualitas guru di kelas, bisa
mempengaruhi bagaimana kita balajar dan bagaimana minat kita terbangun di dalam
kelas. Memang pada kenyataanya banyak siswa yang merasa guru mereka tidak
memberi motivasi belajar, atau mungkin suasana pembelajaran yang monoton. Hal
ini berpengaruh terhadap proses pembelajaran.
Keluarga, juga menjadi faktor
yang mempengaruhi Hasil belajar seseorang. Biasanya seseorang yang memiliki
keadaan keluarga yang berantakan (broken home) memiliki motivasi terhadap
prestasi yang rendah, kehidupannya terlalu difokuskan pada pemecahan konflik
kekeluargaan yang tak berkesudahan. Maka dari itu, bagi orang tua, jadikanlah
rumah keluarga kalian surga, karena jika tidak, anak kalian yang baru lahir
beberapa tahun lamanya, belum memiliki konsep pemecahan konflik batin yang
kuat, mereka bisa stress melihat tingkah kalian wahai para orang tua yang suka
bertengkar, dan stress itu dibawa ke dalam kelas.
Yang terakhir adalah masyarakat,
sebagai contoh seorang yang hidup dimasyarakat akademik mereka akan
mempertahankan gengsinya dalam hal akademik di hadapan masyarakatnya. Jadi
lingkungan masyarakat mempengaruhi pola pikir seorang untuk berprestasi.
Masyarakat juga, dengan segala aktifitas kemasyarakatannya mepengaruhi tidakan
seseorang, begitupun juga berpengaruh terhadap siswa dan mahasiswa.
2. Lingkungan non-sosial
meliputi : kondisi rumah, sekolah, peralatan,
alam (cuaca). Non-sosial seperti hal nya kondiri rumah (secara fisik), apakah
rapi, bersih, aman, terkendali dari gangguan yang menurunkan Hasil belajar.
Sekolah juga mempengaruhi Hasil belajar, dari pengalaman saya, ketika anak
pintar masuk sekolah biasa-biasa saja, prestasi mereka bisa mengungguli
teman-teman yang lainnya. Tapi, bila disandingkan dengan prestasi temannya yang
memiliki kualitas yang sama saat lulus, dan dia masuk sekolah favorit dan
berkualitas, prestasinya biasa saja. Artinya lingkungan sekolah berpengaruh.
cuala alam, berpengaruh terhadap hasil belajar.
3. Penilaian
Hasil Belajar
Menurut Syaiful Bahri
Djamarah dan Aswan Zain (hal 120-121) mengungkapkan, bahwa untuk mengukur dan
mengevaluasi hasil belajar siswa tersebut dapat dilakukan melalui tes
prestasi belajar. Berdasarkan tujuan dan ruang lingkunya, tes prestasi belajar
dapat digolongkan ke dalam jenis penilaian, sebagai berikut:
a. Tes
Formatif, penilaian ini dapat mengukur satu atau beberapa pokok bahasan
tertentu dan tujuan untuk memperoleh gambaran tentang daya serap siswa terhadap
pokok bahasan tersebut. Hasil tes ini dimanfaatkan untuk memperbaiki proses
belajar mengajar dalam waktu tertentu.
b. Tes
Subsumatif, tes ini meliputi sejumlah bahan pengajaran tertentu yang telah
diajarkan dalam waktu tertentu. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran daya
serap siswa untuk meningkatkan tingkat prestasi belajar atau hasil belajar
siswa. Hasil tes subsumatif ini dimanfaatkan untuk memperbaiki proses
belajar mengajar dan diperhitungkan dalam menentukan nilai rapor.
c.
Tes Sumatif, tes ini diadakan untuk mengukur daya serap siswa terhadap
bahan pokok-pokok bahasan yang telah diajarkan selama satu semester, satu atau
dua bahan pelajaran. Tujuannya adalah untuk menetapkan tarap atau tingkat
keberhasilan belajar siswa dalam satu periode belajar tertentu. Hasil dari tes
sumatif ini dimanfaatkan untuk kenaikan kelas, menyusun peringkat (rangking)
atau sebagai ukuran mutu sekolah.
D.
Dasar dasar pengukuran listrik
1. Teori Elektron dan Atom
Jika suatu benda atau zat baik itu padat, cair, atau gas,
dibagi-bagi menjadi bagian yang paling kecil, dan bagian tersebut masih
memiliki sifat asalnya, maka benda atau zat tersebut dinamakan molekul. Jika
molekul tersebut terus dibagi-bagi menjadi bagian yang paling kecil sekali,
sehingga bagian tersebut tidak memiliki sifat asalnya lagi, maka disebutlah
atom.
Kata atom sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yang
artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi. Jadi atom dapat didefinisikan sebagai
bagian yang terkecil dari molekul yang sudah tidak dapat dibagi-bagi lagi
dengan reaksi kimia biasa. Sementara molekul adalah bagian terkecil dari suatu
benda yang masih punya sifat asal.
Sebuah atom terdiri dari inti atom alias nukleus yang tersusun
dari proton (positif) dan netron (netral), yang dikelilingi oleh elektron
(negatif). Sebuah atom dikatakan netral bila memiliki muatan positif dan
negatif dalam jumlah yang sama. Dalam teori atom dikenal istilah elektron bebas
atau elektron valensi, yakni elektron yang berada di lintasan kulit atom paling
luar.
Dalam hukum muatan listrik, jika ada muatan sejenis akan tolak
menolak. Sedangkan jika ada muatan tak sejenis maka akan tarik menarik. Dalam
teori perpindahan muatan listrik, ada tiga jenis bahan, yakni konduktor atau
penghantar, semikonduktor atau setengah penghantar, dan isolator atau
penghambat.
2. Teori Arus Listrik
Definisi arus listrik adalah muatan-muatan negatif atau elektron
yang mengalir dari potensial rendah menuju ke potensial tinggi. Satuan arus
listrik adalah Ampere. Dalam teori arus listrik, dikenal dua jenis sumber arus
listrik, yakni sumber arus listrik searah atau DC dan sumber arus bolak-balik
atau AC.
Sumber arus DC adalah listrik yang tidak berubah fasenya.
Contohnya adalah baterai, solar sel, accumulator, dinamo dan adaptor. Sedangkan
arus AC adalah arus listrik yang berubah-ubah fasenya setiap saat. Contohnya
adalah generator, listrik PLN, dan inverter. Alat yang dapat digunakan untuk
mengukur arus listrik adalah amperemeter.
Rumus Arus Listrik: I=Q/t
Dimana:
I = arus listrik dalam satuan ampere (A)
Q = muatan listrik dalam satuan columb (C)
t = waktu dalam satuan sekon (s)
3. Teori Tegangan Listrik
Pengertian tegangan listrik adalah energi atau tenaga yang
menyebabkan muatan-muatan negatif atau elektron) mengalir dalam penghantar.
Nilai satuan dari tegangan listrik adalah V ( Volt ). Alat yang digunakan untuk
mengukur besar kecilnya tegangan listrik adalah voltmeter.
Rumus Tegangan Listrik: V=W/Q
Dimana:
V = tegangan listrik dalam satuan volt (V)
W = energi dalam satuan joule (J)
Q = muatan listrik dalam satuan columb (C)
4.arus bolak balik sunisonidal
Arus bolak-balik (AC/Alternating Current) adalah
arus listrik dimana besarnya dan arahnya arus berubah-ubah secara bolak-balik.
Berbeda dengan arus searah dimana arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah
dengan waktu. Arus AC nilainya naik dari nol ke nilai maksimum, turun ke nol
lagi, kemudian berbalik mengikuti suatu pola dalam arah yang berlawanan.
Pertukaran arah yang berlangsung secara periodik disebut frekuensi. Frekuensi
diartikan pula sebagai jumlah gelombang dari sinyal AC pada setiap detik.
Frekuensi diukur dalam satuan Hertz (Hz).
Sumber energi yang sering digunakan oleh
perumahan atau industri hampir semuanya mempergunakan arus bolak-balik (AC).
Keuntungan mempergunakan arus AC ialah arusnya dapat dinaikkan atau diturunkan
sehingga mempermudah didalam mengirimkan ke jarak yang jauh. Selain dari pada
itu keuntungan lain dari arus AC adalah karena sifatnya yang selalu berubah
arah pada setiap setengah putaran (gelombang) maka dalam penggunaannya tidak
memakai kutub sehingga pemasangan suatu alat ke sumber ini tidak perlu kawatir
terhadap polaritas. Sumber AC diperoleh dari generator AC
Gelombang Sinusoida
Bentuk gelombang dari listrik arus bolak-balik
biasanya berbentuk gelombang sinusoida, karena ini yang memungkinkan pengaliran
energi yang paling efisien. Namun dalam aplikasi-aplikasi spesifik yang lain,
bentuk gelombang lain pun dapat digunakan, misalnya bentuk gelombang segitiga
(triangular wave) atau bentuk gelombang segi empat (square wave).
Secara umum, listrik bolak-balik berarti
penyaluran listrik dari sumbernya (misalnya PLN) ke kantor-kantor atau
rumah-rumah penduduk. Namun ada pula contoh lain seperti sinyal-sinyal radio
atau audio yang disalurkan melalui kabel, yang juga merupakan listrik arus
bolak-balik. Di dalam aplikasi-aplikasi ini, tujuan utama yang paling penting
adalah pengambilan informasi yang termodulasi atau terkode di dalam sinyal arus
bolak-balik tersebut
E. Kerangka berpikir
Penelitian
ini berdasarkan hasil observasi penulis di sekolah smk n 3 tondano sebagian
besar siswa mengalami kesulitan dalam pelajaran dasar dasar pengukuran
listrik.peserta didik sebagian besar tidak tertarik akan pelajaran yang di
berikan guru dan cenderung membangkang.dengan model pembelajaran mind mapping target yang diharapkan
bisa dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah adanya peningkatan
hasil belajar siswa ,pada berbagai aspek kemampuan siswa. Hasilyang dicapai,
diukur dengan pemberian tanya jawab, diagram yang kreatif, serta tes lisan dan
lain-lain.
Hipotesis Penelitian
Hipotesis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DASAR DASAR PENGUKURAN LISTRIK SISWA KELAS X SMK N 3 TONDANO”
Hipotesis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DASAR DASAR PENGUKURAN LISTRIK SISWA KELAS X SMK N 3 TONDANO”
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Model
penelitian yang digunakan
menggunakan penelitian tindakan
kelas (Classroom ActionResearch), bertujuan
untuk memecahkan masalah-masalah melalui penerapan langsung di kelas atautempat
kerja (Isaac, 1994:27). Sedangkan menurut Prof. Suhardjono (2006:56) mengatakan
bahwapenelitian tindakan kelas merupakan bagian dari penelitian tindakan yang
dapat dipandang sebagaitindak lanjut dari penelitian deskriftif maupun
eksperimen. Pada penelitian tindakan kelas bukan lagimengetes sebuah perlakuan
tetapi sudah mempunyai keyakinan akan ampuhnya sesuatu perlakuan.
3.1. Deskripsi Lokasi
Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini,
penulis mengambil lokasi di SMK N 3 TONDANO. Kelas X Jurusan Teknik Listrik
dipilih sebagai subyek penelitian.
3.2. Waktu Penelitian
Dengan beberapa
pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama3
bulan pada semester genap 2016-2017
3.3. Subjek
Penelitian
Kelas X Jurusan Teknik
Elektronika dipilih sebagai subyek penelitian.
3.4. Rencana
Tindakan
Penelitian
tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus :
1. Siklus pertama berlangsung tiga kali
tatap muka
2. Siklus kedua berlangsung tiga kali
tatap muka
Adapun
kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
Siklus I
∙
Perencanaa Tindakan
1) Menelaah
kurikulum tingkat satuan pelajaran yang berbasis kompetensi kelas X semester
ganjil matapelajaran DASAR DASAR PENGUKURAN LISTRIK
2) Melakukan
konsultasi dengan guru pembimbing di sekolah mengenai rencana teknis
penelitian.
3) menerapkan
model mind mapping.
4) Membuat
lembar observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran ketika pelaksanaan
tindakan sedang berlangsung.
Secara umum
inmplementasi yang dilakukan pada siklus I dijabarkan sebagai berikut :
Tahap Pelaksanaan Penelitian
Siklus II
1. Guru memulai pelajaran dengan menjelaskan tujuan
pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran.
2. Guru menginformasikan pengetahuan awal kepada siswa
mengenai materi yang akan diajarkan dan menjelaskan teknik-teknik dalam
melakukan belajar mind map, yaitu :
a. Mencatat kata kunci dari
masing-masing topik,
b. Menggunakan selembar kertas
kosong tanpa garis dan beberapa pulpen atau spidol berwarna yang diletakkan
menyamping,
c. Membuat sebuah gambar (simbol)
yang merangkum subjek utama ditengah-tengah kertas,
d. Membuat beberapa garis tebal
berlekuk-lekuk yang menyambung dari gambar di tengah ke kertas ke cabang-cabang
utama ke pusat,
e. Memberi nama pada setiap ide dan
gunakan gambar-gambar kecil yang mewakili masing-masing ide tersebut,
f. Dari setiap ide yang ada bisa
ditarik garis penghubung lainnya, yang menyebar seperti cabang-cabang pohon,
dan gunakan berbagai warna (Buzan, 2007).
3. Guru
mengamati kegiatan siswa untuk mengetahui kebenaran pekerjaannya sambil memberi
umpan balik.
Teknik
Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data diperoleh dengan tes gambar tes tulis dan non tulis :
a. Data
primer tentang hasil belajar dasar dasar pengukuran listrik
b. Data
sekunder mengenai perubahan sikap, kehadiran dan keaktifan siswa dalam
mengikuti kegiatanpembelajaran diambil dengan cara pengamatan dan observasi.
Jika dari
hasil analisis dan refleksi, indikator keberhasilan belum tercapai, maka
dirancang kembali rencana perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus 2 dengan
tahapan kegiatan yang sama dengan siklus 1
3.5 Analisa
Data dan Evaluasi
Analisis data penelitian
dilakukan dengan melihat peningkatan nilai rata-rata kelas danhasil kuis pada
setiap siklus pada pelajaran DASAR DASAR PENGUKURAN LISTRIK Adapun untuk melihat secara signifikan
kepuasan dan ketertarikan hasil belajar Elektronika dasar maka digunakan
kuesioner untuk mengetahui kepuasan siswa dalam belajar. Hal ini berarti
bahwadalam penelitian dianggap berhasil apabila terjadi kenaikan nilai
rata-rata dan kepuasansiswa pada hasil belajar Elektronika dasar di SMK Negeri 3
Tondano dibandingkan dengan yang terdahulu.
DAFTAR PUSTAKA
·
Jasman
Jalil, S.Pd . ekop 2014 .Panduan mudah PENELITIAN TINDAKAN KELAS : presentasi
pustaka publisher
·
TIM
PENYUSUN. 2014 . MODEL- MODEL PEMBELAJARAN
·
Barabara
prashing. Tony buzan 1970 buzan 2007:179-181
·
Yan Fauzi
Budiman . 2013 .Metode khusus Pengajaran Elektronika
·
Huzaifah Hamid ,2016 .
METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING
·
Mochammad Ridwan, Selasa, 01 Oktober 2013. Macam
Macam Komponen Elektronika Beserta Fungsinya
No comments:
Post a Comment